Fiena Intan Rachmaniputri
What if someone you never met, someone you never saw, someone you never knew, was the only someone for you?
Sleepless in Seattle (via crazytrulybitch)
thedisneyseries:

Hunny Hunt with Pooh and Christopher Robin, for anonymous.

thedisneyseries:

Hunny Hunt with Pooh and Christopher Robin, for anonymous.

and at last I see the light…

stopitsgingertime:

vondell-swain:

randomasdey:

maryamquest:

misscaptainamerica:

sassygaysemicolon:

thatoneguyandrei:

alyssaties:

praefinicky:

okay I fucking lost it

i just choked on my own spit /dead

The Roaf to El Dorito: Sweet Miguel and Hella Tulio

“The Roaf to El Dorito: Sweet Miguel and Hella Tulio”

weeping

el dorito omg 

well there goes my shit

I CNAT BRETAH HALPH!!

oh i 100% forgot i did this

this was so good

Manis itu waktu nangis sampai mata bengkak, tiba-tiba liat dari balkon ada yang nunggu di depan rumah malem-malem sambil bilang “ga ketemu 3 minggu bikin ga tenang. Fiena kenapa? cerita. Jangan nangis lagi yaaa
:-)

Sedih memang. Ketika barisan kata yang dibuat menjadi makna berbeda dari yang dituju.

Bukan soal penghianatan ataupun kebohongan seperti yang dilakukan manusia pada umumnya. Tidak. Kamu tidak seperti itu. Hanya emosi yang membuat arah berbeda, makna berbeda.

Saat kepercayaan ini mulai tumbuh, saat keyakinan ini kokoh tak mempedulikan suara daun kering, selalu ada arus deras yang menyayat kulit.

Tidak ada rasa sakit sedikitpun. Hanya perih, mengetahui masih ada titik yang barangkali bisa berkembang menjadi garis sama halnya di kertas usang itu.

Mungkin cara penyampaian yang dilakukan tak sepadan dengan apa yang kamu harapkan. Menahan goresan kecil ini, goresan yang sama sekali tak pernah terjamah oleh tangan ini, goresan yang tak pernah kurasakan manisnya.

Mungkin sulit untuk membakar kertas usang itu sampai hancur, menjadi abu, dan hilang tertiup angin. Tak pernah sedikitpun benak ini menghalang-halangimu membaca kertas usang itu lagi. Hanya membaca, bukan menulis kembali cerita di dalamnya.

Sekuat apapun baja menahan bagian lemah di dalam, ia tidak akan mampu, tidak akan bisa menjalankan fungsinya sebagai baja yang seharusnya.

Kamu tak perlu khawatir. Perih memang. Tapi apa daya? Selalu sama, selalu sulit berubah menjadi yang diharapkan.

Kadang, makna yang dimaksud tidak pernah sama dengan apa yang diperoleh. Selalu begitu. Entah karena perbedaan, entah karena emosi, ataupun ego yang sulit dipadamkan. Maaf.

Miris. setelah tau yang menjadi kertas putih, nyatanya hanya berupa kertas usang.

"angin bawalah serbuk sariku ke sana. Tumbuhkan aku ditempat itu kala ragaku ini tak mampu lagi menanggung beratnya keadaan"

"kamu tak bisa dengan cepat sampai disana"

"kenapa tidak?"

"kamu harus mau menunggu tanpa mengeluh. Karena angin yang membawamu barangkali bukanlah aku."

"lantas?"

"tak seorangpun mengetahui siapa dan kemana arahmu pergi. Entah barat , timur , selatan , ataupun utara. Ada kalanya kamu sendiri yang memilih dengan telunjuk yang selalu sedia menuntun"

Can not be changed

"aku sama siapa?"

Tak sedikitpun niat dalam hati untuk mengatakan apa yang diucapkan.

Sendiri. Mungkin itu yang dirasakan. Walaupun sebenarnya ungkapan itu salah. Tak selayaknya manusia mengatakan dirinya sendiri.

Kami sama halnya dengan surat. Tak akan pergi tanpa adanya prangko, tak akan terkirim tanpa adanya amplop, dan tak akan berguna tanpa ada pesan di dalamnya.

Tak akan pergi bila salah satu bagiannya hilang.

Kesetiaan itulah yang membuat perjalanan kami terus berjalan. Kami tak punya kompas untuk menuntun, tak punya peta untuk dipedomani, tak punya bekal yang cukup untuk melanjutkan perjalanan.

Kami tak takut bila tersesat sekalipun kehilangan mata angin. Kami tak takut melihat awan kelabu dengan sejuta kemungkinan di dalamnya. Karena kami tau, kami tak sendiri.

Seberat apapun raga kami menopang bumi, selalu ada tangan-tangan yang terus menghidupkan kekuatan itu.

Barangkali daging ini memang tak bersatu dengan tulang. Tapi ada bagian kecil yang takkan terpisah oleh jarak, waktu, bahkan dimensi sekalipun.

Tak sedikitpun hal baru melunturkan apa yang kami punya.

Hal itulah yang membuat sebuah pesan dalam ingatan. Barangkali sudah tidak diperlukannya yang lain. Tak ada yang bisa menandinginya. Tak ada yang bisa menandingi pelangi setelah hujan.

Kejam memang, tapi itu kenyataannya.

-

I’ve thought I could concede everything which would happen to you and me then. It’s not as easy as turn krabby patty over, yeah? I know. That’s why I bunch these words together.

There are some arguments which told
“past is thing that could lead u to be a better one”

However, I don’t think so.

Idk if it’s because I haven’t had “the past” yet, or whatever it is.

For this problem, I don’t get it.

Past is thing that SHOULD BE REFLECTION, NOT the thing that COULD BE BACKSTOP, isn’t it?

So, why are you always talking about your past without realizing people around who care to you a lot? Don’t you think about their feelings?

for people who care a lot. Why do you always keep your faithfulness? Whereas they don’t even think about what you feel. You just worrying the things which have no advantages.

I’m sure you don’t have the answer, so do I.

Such a little matter that couldn’t be changed, and also had an effect that could hurt people outside your problem.